Raditya Setyawan, toser 15 tahun yang sedang digemari pandemen voli tarkam di wilayah Jogja dan sekitarnya. Lima belas tahun, Radit lahir di Bantul, 25/03/2008. Ia merupakan anak dari mantan toser nasional Joni Setyawan. Anak-bapak ini sering bareng satu tim di turnamen voli tarkam.Raditya Setyawan, toser 15 tahun yang sedang digemari pandemen voli tarkam di wilayah Jogja dan sekitarnya. Lima belas tahun, Radit lahir di Bantul, 25/03/2008. Ia merupakan anak dari mantan toser nasional Joni Setyawan. Anak-bapak ini sering bareng satu tim di turnamen voli tarkam.
Spread the love

 Bantul- LiveJogja kali akan membahas sepak terjang Raditya Setyawan, toser 15 tahun yang sedang digemari pandemen voli tarkam di wilayah Jogja dan sekitarnya.
Lima belas tahun, Radit lahir di Bantul, 25/03/2008. Ia merupakan anak dari mantan toser nasional Joni Setyawan. Anak-bapak ini sering bareng satu tim di turnamen voli tarkam.

Awal Raditya Setyawan Bermain Voli

Sejak kelas 4 SD, Radit(panggilan akrabnya) sudah diajak bapaknya bermain voli. Sekedar pasing bola atau sejenisnya. Lalu bapaknya memaaukannya ikut latihan di Baja 78. Namun, anak kecil ini belum konsisten bermain voli. Ia keluar, tidak aktif di Baja 78.

Namun tak putus asa, ayahnya memasukan Radit Setyawan ke SMP 1 Kretek agar ia bisa konsentrasi di voli. Karena di SMP 1 Kretek Bantul ada program KKO(Kelas Khusus Olahraga). Program ini memberi keleluasaan untuk siswanya untuk mengembangkan olahraga tertentu.

Dan baru di kelas 2 SMP Radit Setyawan aktif lagi di klub ayahnya, Baja 78. Dan kemampuannya membagi bola sudah bisa diandalkan. Sudah tampak bakat dan kemampuannya.

Prestasi Raditya Setyawan

Di klubnya, saat ia masih berusia 14 tahun, ia berhasil memimpin Baja 78 Remaja menjuarai Kejurkab Bantul. Tahun 2022.

Bahkan siangnya Raditya Setyawan menjuarai Kejurkab Remaja, malam harinya berhasil mengantarkan timnya di kelompok umur 2008 juara di Lojajar Cup di Sleman. Momen apik di usia mudanya.

Di SMP Kretek, ia berhasil membawa timnya menjadi juara ketiga di Pekan Olahraga Pelajar di 2023.
Di Kerjurda Antar Kabupaten se-DIY 2023 di Kaliwiru, Raditya Setyawan masuk seleksi tim Bantul, mendampingi Dimas Wirahmat sebagai toser utama. Bantul masuk final waktu itu, namun sayang kalah dari Kota Jogjakarta.

Ia merupakan pemian termuda Bantul, karena semua temannya rerata umur 21 tahun ke atas. Atau bahkan mungkin Pain termuda dalam satu turnamen sekelas propinsi.
Pengalaman Menarik di Voli Tarkam

Banyak tim mengajak saja Radit ikut turnamen di tarkam. Bukan hanya di Jogja, bahkan ia sudah menjelajah Cilacap, Semarang, Purworejo, Sragen, Boyolali, Sukoharjo, dan sekitarnya. Itu menjadi salah satu cerita menariknya, main di luar Bantul.

Ditanya apa cerita paling menarik yang ia rasakan, Radit menjawab saat bertemu Rivan di Singotoko Cup 2023, Semarang. Saat itu Radit ikut klubnya, Baja 78.
“Ya, ndak terkatakan, Mas. Pokoknya seneng aja bisa musuh Rivan. Walau kalah, tetep aja seneng.” Jawab Radit saat LiveJogja menanyakan bagaimana rasanya melawan Rivan Nurmulki.

“Yang jelas pengalaman, Mas. Itu yang harus dicari, kata bapak.” Lanjut Radit.

Raditya Setyawan Punya Lima Ciri Pemain Voli Sukses

Dari pengalamannya sampai di umur 15 saat ini, Radit sudah menunjukkan bakat menjadi pemain besar di masa mendatang. Setidaknya ia punya Lima Ciri Pemain Voli Sukses.

Pertama, Radit punya sentuhan bola sangat halus, yang memanjakan teman-temannya leluasa melakukan spike-spike keras. Bola quicknya juga tepat. Ia juga tenang di dalam lapangan. Sudah oke untuk tarkam, bahkan ia sudah masuk Level Semifinalis. Level tertinggi pemain yang layak bermain di semifinal voli tarkam.

Kedua, senang Sambatan. Kata Sambatan di voli tarkam adalah pemain yang ikut tim lain tapi tanpa bayaran. Alias tidak memakai tarif tertentu. Standar, makan bersama setelah bertanding. Pemain Sambatan biasanya dapat bagian dari hadiah yang didapat, atau hanya menerima uang sekedarnya dari tim yang mengajak bila tak dapat hadiah.

Ketiga, Radit juga sering latihan di beberapa tempat. Voli sore. Ini bisa meningkatkan pergaulan di lingkungan voli tarkam. Itu juga menjadi ajang silaturahmi, selanjutnya ada yang mengajak  Sambatan.

Level pemain muda memang selayaknya memperbanyak relasi. Itu wajib.

Keempat, Radit punya tatakrama seorang pemain muda sukses. Hampir setiap bertemu pemain senior ia cium tangan. Tidak ada rumus pasti dalam hal cium tangan, tapi pemain besar yang lahir di Indonesia melakukan itu saat muda.

Ia juga supel. Tak segan meminta foto bersama senior di voli. Dan dengan sabar melayani penonton yang mengajaknya berfoto bersama.Kelima, dukungan orang tua. Ayahnya, Joni Setyawan, hampir selalu mengajak anaknya bila ada yang mengajak tarkam anak, kalau memungkinkan. Ini adalah sebuah kesempatan ia lebih banyak di dalam turnamen. Tentu untuk mengasah mentalnya.

Bahkan, ibunya sering menyempatkan diri menyaksikannya saat main voli tarkam. Bagitu ijinnya voli, kemanapun ibunya akan melepaskannya. Setidak itulah cerita yang LiveJogja dengar dari orang-orang terdekatnya Radit.

Itulah cerita singkat sepak terjang Radit Setyawan. Singkat saja, kesel le nulisnya. Hee…

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *