Biografi Koko Prasetyo DarkuncoroBiografi Koko Prasetyo Darkuncoro
Spread the love

 Bantul- Live Jogja kali ini akan menuliskan Biografi Koko Prasetyo Darkuncoro. Beberapa waktu lalu Live Jogja sempat mendatangi latihan Ganevo sekaligus mewawancarai Koko Prasetyo. Berikut liputannya.

Koko Prasetyo, lahir 2 Oktober 1981, Adalah pain Voli Pantai dengan medali terbanyak di Indonesia. Lahir dan besar di klub Ganevo Jogjakarta, dari seorang ayah yang juga pemain Voli.

Orang tuanya adalah H. R. Sarodjo Darsono dan Hj. R. ng. Dinik Rahayuni. Koko dahulu menjadi anak terlantar di voli karena postur badannya yang kecil dan pendek. Baru setelah SMA badannya mulai meninggi cepat, hingga prestasi membersamainya.

Awal Koko Prasetyo Bermain Voli

Koko lahir dan besar dari rahim klub Ganevo. Sang ayah juga pemain Ganevo, yang selanjutnya menjadi pelatih di Ganevo. Waktu Koko awal masuk Ganevo ayahnya belum melatih, namun setelah Koko Prasetyo menasional, ayahnya baru masuk sebagai pelatih Ganevo.

Pelatih pertama Koko Prasetyo di voli pantai adalah Pram Indro, adiknya pendiri Ganevo Prawoto Atmo Sutidjo.

Koko Prasetyo adalah atlet pertama Ganevo dengan prestasi nasional yang banyak merebut medali. Sebelumnya ada Pasangan Heru dan Joko Sutrisno, Bayu Krisnanto dan Gunarto di Ganevo. Namun Koko berhasil melampaui kedua pasangan Voli Pantai pendahulunya.

Untuk masuk Timnas, sebelum zamannya Koko Prasetyo, pemainnya hanya ambil dari wakil Propinsi adalah tunjukkan. Tanpa seleksi. Baru di zamannya Koko, semua pemain yang berhak masuk Timnas Voli Pantai harus melalui seleksi.

Syarat masuk seleksi adalah juara Sirkuit Nasional Voli Pantai yang diselenggarakan PBVSI. Atau setidaknya masuk final atau semifinal. Baru kemudian ikut seleksi.

Pasangan Koko Prasetyo di Tim Nasional

Pertama kali Koko berpasangan dengan Agus Salim. Dan langsung mendapatkan medali Perak di Asian Games 2002. Setelah itu berpasangan dengan Andy Ardiyansah. Setelah Andy pensiun, Koko berpasangan denga Ade Chandra Rahmawan, koleganya di Ganevo.

Pelatih pertama Koko Prasetyo adalah Slamet Mulyono. Pelatih legendaris yang sampai sekarang, 2023, masih menjadi manajer Timnas Voli Pantai.

Koko total 14 tahun di Timnas Voli Pantai. Dan dalam 14 tahun, prestasi Koko Prasetyo sangat membanggakan. Mari kita lihat prestasinya untuk Indonesia.

Rekor Medali Koko Prasetyo

Jumlah medali emas yang dipersembahkan Koko di ajang internasional adalah 10 emas, 2 Perak, dan 1 perunggu.

Di kejuaraan Asian Beach Games Koko mendapat emas di tahun 2008, 2012, 2014.

Kejuaraan Voli Pantai Asia Pasifik, Koko Prasetyo mendapatkan emas di tahun 2005, 2006, 2007, dan 2008. Perak sekali di 2010, dan Perunggu sekali 2012.

Di Sea Games, Koko mendapatkan emas di tahun 2007, 2009, 2011. Sedangkan satu medali perak di tahun 2005.

Prestasi terbaiknya adalah Asian Games 2002 berpasangan dengan Agus Salim, mereka meraih medali Perak.

Koleksi medali Kokok Prasetyo Darkuncoro belum ada yang menandingi sampai sekarang. Ia menjadi legenda hidup voli pantai Indonesia.

Awal Koko Prasetyo Masuk Proliga

Di ajang voli indoor Koko Prasetyo juga sangat berprestasi. Total 12 kali dalam q2 tahun Koko Prasetyo ikut Proliga.

Di Proliga Koko pernah bermain untuk Bank DKI Jakarta (2002-2004), P2B Sananta Jakarta (2007-2008) dan Palembang Bank Sumsel-Babel (2009), dan tim lainnya. Koko tak hanya absen di proliga sekali atau dua dari 14 tahun ia bermain di level Nasional.

Setelah itu, masa pensiun Koko adalah pelatih timnas Voli Pantai.

Sejak Kapan Mulai Melatih Timnas

Koko Prasetto melatih Timnas Voli Pantai sejak 2015, dan terakhir di tahun 2019. Ia mempersembahkan 1 perak dan 1 medali perunggu untuk Indonesia di Asian Games.

Di timnas voli pantai Koko Prasetyo melatih empat pemain inti; Danangsyah, Asfia, Andre Chandra, dan Gilang Ramadhan. Selain itu nama Ilham Akbar.

Namun Koko mengundurkan diri dari timnas voli pantai tahun 2019. Ia tidak melanjutkan melatih Timnas karena ingin kembali ke Ganevo sebagai pelatih. Ganevo adalah sebuah klub volidi Jogja yang membesarkan namanya. Ia ingin membersamai adik-adiknya, juga anak kandungnya yang sekarang sudah bisa bermain voli.

Demikian Biografi Koko Prasetyo Darkuncoro. Selanjutnya akan kita bahas kegiatan Koko Prasetyo stelah pensiun dari bermain voli.

Kegiatan Koko Prasetyo Setelah Pensiun

Berhenti dari melatih Timnas, Koko memilih melatih adik-adik angkatannya di Ganevo. Ia tidak mau melambung tinggi tapi melupakan klub yang telah mendidik dan membesarkannya.

Dan berhasil. Koko mengantarkan Ganevo mengikuti Livoli Divisi 1,dan juga di Divisi Utama.

Ganevo mulai mengikuti Livoli Divisi 1 sejak 2017. Namun selalu gagal masuk ke Livoli Divisi Utama. Sebenarnya Koko sudah melatih Ganevo waktu itu, namun konsentrasinya teebelah dengan melatih Timnas. Kemudian Koko mengundurkan diri dari melatih Timnas untuk lebih konsentrasi melatih Ganevo di 2019.

Prestasi Ganevo pun menanjak dan diperhitungkan di level nasional. Empat kali Livoli Divisi 1 dan sekali Divisi Utama. Tahun ini, 2023, Koko juga berhasil mengembalikan Ganevo ke Divisi Utama setelah tahun 2022 terdegradasi ke Livoli Divisi 1.

Jika anda ingin masuk klub ganevo, anda bisa mencari informasi di Instagram Ganevo. Atau langsung menunju alamat pe daftaran di Ngadinegaran MJ III/123 Jogja.

Koko Prasetyo Mendirikan Privat Voli

Selain melatih Ganevo, Koko Prasetyo juga mendirikan Coprazz Volley Ball Private. Sekolah bola voli indoor. Ada beberapa kelas, dari pemula hingga tingkat lanjutan.

Dibantu Dian Putra Sandana, mantan koleganya di timnas voli pantai dan ganevo, dan beberapa teman lainnya, Koko melatih anak didik privatnya. Coprazz Volley Ball Private tidak hanya untuk Ganevo, namun terbuka untuk umum. Siapa saja boleh mendaftarkan.

Jika anda atau anak anda tertarik mesuk ke Coprazz Volley Ball Private, nda bisa melihat-lihat kegiatannya lewat Instagram Coprazz Volley Ball Private. Atau jika anda langusng ingin bergabung bisa mengghubungi nomor WA 081226288885(admin).

Koko Prasetyo juga mempunyai Gym yang terbuka untuk umum. namanya Copraz Gym. Letaknya ada di bagian bawah Rumah Koko Prasetyo di Minggiran Jogja.

Demikian sedikit cerita biografi Koko Prasetyo Darkuncoro. Selanjutnya anda bisa melihat Koko Prasetyo saat di pinggir lapangan bersama tim Ganevo.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *